Monday, October 31, 2011

Profil Dahlan Iskan


Dahlan Iskan (lahir tanggal 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar yang sedang sakit.
Dahlan Iskan dibesarkan di lingkungan pedesaan dangan kondisi serba kekurangan. Orangtuanya tidak ingat tanggal berapa Dahlan dilahirkan. Dahlan akhirnya memilih tanggal 17 Agustus dengan alasan mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.
Dahlan Iskan pernah menulis buku berjudul Ganti Hati (catatan tersebut dapat dibaca di Pengalaman Pribadi Menjalani Tranplantasi Liver) pada tahun 2008. Buku ini berisi tentang penglaman Dahlan Iskan dalam melakukan operasi cangkok hati di Cina.
Karir Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.
Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.
Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta.
Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.
Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC)yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong. Dengan panjang serat optik 4.300 kilometer
Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.
Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.
sumber : http://dahlaniskan.wordpress.com/
semoga bermanfaat :)

Video Anak Nazaruddin

sebuah video yang diunggah beberapa waktu yang lalu :


note dari empunya video:
"Kepada yg nonton dan ini video udah heboh di media,sya cuman mo bilang bahwa ini hanya bentuk lelucon,tapi memang sya jg ikut prihatin buat videomaker yg buat ne video mengalami tekanan,so klopun ada mudaharatnya maka video ini akan di hapus (mungkin dlm bilangan polling like/unlike, tapi yg pasti video ini sya dapatkan dari "empunya" yg telah memberi izin sebelumnya di Fb beliau terima kasih 

ini sedikit redaksi kata dalam videonya " KALAU TIDAK PERCAYA, TANYA AJA SAMA OM HANGUS URBANINGRUM...DIA LEBIH TAU, KARENA DIA JUGA IKUTAN....ATAU KALAU MAU LEBIH JELAS LAGI TANYA AJA AMA TANTE ANGGARANLINA SONDAKH..." 

so bagi yg setuju video di hapus tolong di unlike,tapi bagi setuju video ini hanya untuk sekedar hiburan dari suntuknya rakyat melihat kisruh hukum di negara ini boleh tetap di like...^_^

yang pasti jgn TERLALU SERIUS ya hehe.."
semoga berkenan...

semoga bermanfaat :)

Hatta Rajasa: Kecepatan Bertindak Menentukan Masa Depan Indonesia

Beragam tantangan yang muncul dalam sebuah persaingan yang semakin sengit antar bangsa di dunia saat ini perlu disikapi dengan sikap yang dapat menopang kecepatan bertindak dan mengambil keputusan. Kecepatan ini menjadi satu dari lima faktor yang harus dikuasai oleh setiap orang yang berjiwa kewirausahaan untuk menata masa depannya, dan masa dengan bangsanya.

"Kecepatan adalah bagian penentu masa depan. Kalau kita bergerak 100 kilometer perjam sudah merasa cepat, tetapi di dekat kita ada yang melintas dengan kecepatan 120 kilometer perjam, maka sesungguhnya kita mengalami perlambatan. Ingat, kecepatan relatif adalah hal yang sangat penting didalam memacu tujuan" (Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa)

Keempat syarat lainnya yang menjadi penentu masa depan untuk sukses adalah pertama, memahami kompleksitas yang ada di hadapan setiap wirausahawan. Kedua, mengenali risiko yang menghadang di masa depan. Ketiga, memiliki kemampuan untuk beradaptasi yang merupakan faktor fundamenal dalam mempersiapkan diri terhadap setiap perubahan. Keempat, menyadari bahwa akan terjadi kejutan di masa depan.

"Kejutan dari sesuatu, baik yang terjadi di luar imaginasi kita atau logika berpikir, harus kita hadapi dengan kemampuan antisipasi, adaptasi, evolusi, dan inovasi. Inovasi menjadi kata kunci didalam kesuksesan kita"

Hatta kembali mengingatkan, di alam globalisasi, penuh persaingan, penuh dengan tantangan, hanya bangsa-bangsa yang siap dan terus meningkatkan keunggulan serta daya saingnya, yang akan unggul di atas bangsa lain. Sebuah bangsa juga tidak akan maju manakala tidak didukung oleh sejumlah enterpreneur.

"Saya ingin membangkitkan rasa percaya diri saudara bahwa bangsa ini adalah bangsa yang besar. Itu bukan prediksi kita, tetapi prediksi pengamat-pengamat internasional bahwa Indonesia akan menjadi 10 negara besar pada tahun 2025. Pelajar wirausaha adalah yang pertama menjadi manusia-manusia idealis. Idealisme adlah semangat dan energi manakala kita kehilangan arah. Tanpa idealisme, orang mati sebelum ajal tiba. Jangan dekati persoalan dengan takut. Pemuda tidak memiliki cara dan pandang seperti itu."
sumber : hhtp://detik.com/

semoga bermanfaat :)